POTENSI PENGEMBANGAN ILMUKU

Pengertian potensi ialah sesuatu yang dapat dimunculkan, dibangkitkan atau dibudidayakan dari diri sesuatu yang lain. Hal ini meliputi dari keseluruhan, baik dari segi fisiknya, manfaatnya, keguanaan ataupun lainnya.

Menurut Slamet Wiyono(2006:37) potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang terpendam didalam dirinya yang dapat dimunculkan, diwujudkan,  dibangkitkan atau dibudidayakan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.

Potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik, sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang dimiliki.[1][1]

Sedangkan menurut Rona Binham (2012) Potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan  untuk dikembangkan  jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Potensi diri  adalah kemampuan dasar seseorang yang terpendam dan dapat dikembangkan melalui seperangkat proses.

 

Pentingnya menggali potensi diri

 

Setiap orang tentunya memiliki keinginan untuk berubah/meningkat harkat, martabat dan derajatnya. Oleh sebab itu untuk berubah dari keterpurukan menuju kebahagiaan berawal dari diri seseorang yaitu potensi diri seseorang.

Bersangkutan dengan hal ini, Alloh SWT. berfirman:

اِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِاَنْفُسِهِمْ (سورة الرعد : الاية 11)

Artinya: “Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-ra’d, Ayat 11)

Dalam ayat tersebut sangat jelas diterangkan bahwa Alloh SWT. tidak akan merubah kehidupan sebuah kaum sehingga mereka mau merubah diri sendiri. Hal ini sangat erat kaitanya dengan menggali potensi diri jika ingin berubah.

Begitu juga Rosululloh saw. juga bersabda:

طَلَبُ الْحَلاَلِ فَرِيْضَةٌ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ.

Artinya: “Mencari rizki yang halal, adalah wajib setelah mengerjakan yang fardlu ” .[2][2]

Yang dimaksud dengan “mencari rizki yang halal” dalam hadits ini adalah berbuat dengan cara menggali potensi yang berupa kemampuan untuk berkarya dalam rangka mendapatkan rizki yang halal.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa menggali potensi diri adalah sangat penting dan mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan hidup seseorang.

 

Cara menggali potensi diri

 

Seperti pengertian “Potensi diri” diatas telah dijelaskan, bahwa Potensi diri  adalah kemampuan dasar seseorang yang terpendam dan dapat dikembangkan melalui seperangkat proses. Untuk menggalinya mari kita renungkan kembali firman Alloh SWT. berikut ini:

اِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِاَنْفُسِهِمْ (سورة الرعد : الاية 11)

Artinya: “Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-ra’d, Ayat 11)

Dalam lafat “مَا” yang terdapat pada “مَا بِاَنْفُسِهِمْ” ini berarti semua perkara yang dimiliki seseorang, apabila kita hubungkan dengan semua nikmat yang telah diberikan Alloh SWT. kepadanya, maka meliputi:

  1. Semua yang terdapat dalam diri seseorang baik Akal, pikiran, Jasmani, yakni tubuh yang sehat, yaitu seluruh anggota tubuh, maupun rohani.
  2. Semua yang dimiliki, yaitu rizki pemberian Alloh SWT yang ada disekitar kita.

Dengan cara memperdayakan keseluruhan komponen secara optimal yang ada dalam diri seseorang tersebut. Kita memiliki tangan kita gerakkan supaya dapat menghasikkan sesuatu. Kita punya akal pikiran gunakan untuk berpikir apa saja nikmat dari pemberian Alloh SWT. misalnya disekitar kita ada banyak sampah, sampah itu ada dua jenis yaitu organik dan anorganik coba kita pisahkan , yang organik bila kita olah bisa menjadi pupuk organik, yang anorganik bila kita kumpulkan juga dapat dijual.

Yang jelas tumpukan sampah itu jangan tergesa-gesa dibuang, namun harus di gali/kelola semampu kita sehingga dapat bermanfaat, kemudian sambil berjalan mungkin kita akan dapat menemukan ilmu-ilmu baru untuk memperdayakannya sehingga menjadi lebih berharga.

Misalnya lagi mungkin orang tua kita punya kedelai, kalau langsung dijual sebenarnya kita sudah mendapatkan rupiah, namun kalau dikelola lagi, mungkin kita akan mendapatkan rupiah yang lebih banyak, yang ternyata dalam kedelai terdapat sesuatu yang menyehatkan yaitu menurut penelitian ilmiah menunjukkan bahwa:

Sari kedelai bermanfaat sebagai sumber gisi yang baik untuk tulang. Isoflavon yang menjadi senyawa utama sari kedelai juga membantu aktivitas pembentukan tulang melalui aktivitas reseptor estrogen. Sehingga dapat mencegah keropos tulang, meningkatkan kemampuan tulang rawan pada persendian, dapat mengatasi berbagai masalah pencernaan seperti maag, radang saluran cerna, kembung dan lain-lain. (Surya, 20 Desember 2012)

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa cara menggali potensi diri adalah dengan memperdayakan, mengelola, atau melatih apa yang dimiliki seseorang secara optimal sehingga dapat mengeluarkan manfaat atau tujuan.

Setiap manusia tentu memilik yang namanya potensi dalam dirinya. Biasanya setiap manusia memiliki potensi yang berbeda-beda yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun tak semua manusia menyadari akan potensi tersebut, dan terkadang bingung terhadap potensi yang mereka miliki. Padahal apabila potensi tersebut telah ditemukan maka dapat berdampak baik dalam kehidupannya.

Tidak ada kata terlambat untuk memaksimalkan potensi dan bakat yang ada dalam diri Anda. Dan janganlah berkecil hati karena semua orang tentunya memiliki potensi dan bakat yang masih harus digali dan dipelajari. Banyak cara agar Anda bisa menggali dan memaksimalkan potensi yang ada dalam diri Anda

Potensi sendiri merupakan kemampuan terpendam yang dimiliki setiap orang. Untuk mengetahui potensi di dalam diri seseorang harus mencarinya dengan cara terus menggali potensi yang dimiliki. Lalu bagaimana cara tersebut? terdapat banyak cara untuk mengetahui potensi dalam diri, diantaranya adalah :

Mengenali Diri Sendiri

Yang satu ini sangat diperlukan dalam menggali potensi di dalam diri. Kenalilah diri Anda sendiri dengan membuat sebuah pertanyaan seperti minat dan bakat apa saja yang saya miliki? Jawab dengan jujur pertanyaan tersebut agar Anda mengetahui minat dan bakat yang Anda miliki. Jika perlu mintalah terhadap teman atau keluarga untuk menilai segala kelebihan dan kelemahan yang Anda miliki. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apa yang ada dalam diri Anda.

Jangan Mengadili Diri Terlebih Dahulu

Jangan terlalu menyesali diri sendiri ketika mengalami sebuah kegagalan. Mungkin Anda telah berusaha dan mengalami kegagalan, namun carilah solusi dan cari nilai positif dari kegagalan tersebut agar Anda mengetahuinya. Daripada menyesali suatu kesalahan alangkah baiknya jka Anda menggunakan energi dan waktu untuk bangkit kembali dengan proses yang berbeda setelah mempelajari dari kegagalan yang ada.

Luaskan Visi Anda

Jangan terlalu cepat puas dengan suatu hasil yang Anda raih. Tantanglah diri Anda sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih luas diluar kemampuan yang Anda miliki. Dengan begitu Anda akan mengetahui hal-hal baru, karena Anda telah meluaskan sebuah visi. Anda dapat membayangkan ketika Anda mencapai sebuah kesuksesan, hadiah apa yang dapat Anda berikan kepada misal orang tua atau kerabat, kemudian mulailah bergerak dan mewujudkan angan-angan tersebut.

Temukan Sisi Kejeniusan Anda

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda yang telah dianugerahkan dari Tuhan Yang Maha Esa. Nah untuk itu Anda harus menggalinya sendiri, dengan kejeniusan yang Anda miliki. Untuk mencari tahu memanglah susah, namun Anda dapat mengetahuinya satu persatu dengan ketertarikan pada sesuatu. Mengatasi kelemahan pada diri sendiri agar dapat bergerak maju dan juga berkompetensi. Hal ini tentu dapat berguna bagi Anda untuk mengeluarkan kemampuan tersembunyi.

Berdoalah dan Yakin

Tips mengenali potensi yang terakhir adalah dengan yakin dan berdoa kepada Tuhan agar dapat menemukan jalan yang baik. Dengan usaha yang keras dan dibantu dengan doa, maka tidak ada yang mustahil untuk terjadi. Hal ini berlaku pada mengenali potensi sejauh mana yang dimiliki pada diri sendiri. Oleh karena itu selain usaha, diperlukan juga doa dan keyakinan terhadap potensi diri sendiri.

Ada empat kunci utama agar Anda mampu mengeluarkan bakat Anda yang masih tersimpan dalam diri Anda. Empat kunci itu antara lain :

1.Keahlian
Keahlian adalah segala sesuatu dimana Anda dapat mempelajari dan mengerjakannya dengan mudah. Lalu, apakah Anda merasakan bahwa Anda mengalami kemudahan dalam mempelajari dan mengerjakan suatu hal? Atau Anda mampu mengerjakan sesuatu di atas rata-rata orang lain dalam mengerjakan dan menyelesaikannya? Atau bahkan Anda mampu memperhitungkan segala sesuatu dengan lebih cepat dari kebanyakan manusia lainnya? Maka, bisa jadi itulah potensi yang ada dalam diri Anda, dan Anda harus lebih menggalinya serta menekuni sesuatu yang bisa Anda selesaikan serta perhitungkan lebih cepat di atas rata-rata orang lain. Kemudian pikirkanlah semua itu agar Anda mampu memastikan bahwa itulah sesungguhnya bakat Anda.

2.Ketertarikan
Ketertarikan adalah keinginan hati untuk lebih dapat mengetahui dan mempelajari akan sesuatu hal. Jika Anda memiliki keinginan yang kuat terhadap sesuatu hal, maka perhatikanlah bahwa itu bisa menandakan bahwa potensi dan bakat Anda mengarah kesana. Terkadang ketertarikan akan sesuatu hal di atas rata-rata keinginan kita yang lainnya, bisa menjadi petunjuk bahwa ada potensi dan bakat dalam diri kita terhadap hal itu. Dan hal itu tidak semata-mata ambisi atau hobi belaka, karena disanalah naluri kita bekerja. Sehingga dengan ketertarikan itu, bisa lebih mengembangkan keingintahuan kita serta berusaha mempelajarinya lebih dalam. Dengan demikian ketertarikan Anda pada suatu hal bisa mengarahkan Anda pada potensi dan bakat sesungguhnya yang Anda miliki.

3.Kepuasan
Kepuasan adalah perasaan jiwa dimana kita merasakan adanya kegembiraan, kesenangan, ketenangan dan kenyamanan pada saat melakukan suatu hal. Perhatikan dengan baik, kegiatan apakah yang membuat Anda merasa betah berlama-lama atau merasa tidak ingin melepaskan kegiatan itu? Sebagai contoh, banyak orang yang betah berlama-lama dengan sebuah komputer, kendaraan, kerajinan tangan, olahraga dan kegiatan lainnya. Di saat Anda merasakan kepuasan dan kenyamanan dari kegiatan tersebut, maka bisa jadi pertanda potensi dan bakat Anda adalah disana. Maka Anda harus lebih mencermati dan memperhatikan hal-hal yang bisa membuat Anda merasakan kepuasan atau kenyamanan saat melakukannya. Kepuasan dan kenyamanan itu akan membawa Anda pada potensi dan bakat Anda sesungguhnya.

4.Kebiasaan
Kebiasaan adalah segala sesuatu yang biasa kita lakukan dan menjadi rutinitas dalam kegiatan, tingkah laku, perbuatan dan sikap kita sehari-hari. Apakah orang-orang di sekitar Anda merasa tertarik dengan Anda? Atau apa yang membuat mereka ingin selalu dekat dengan Anda? Bila ada sesuatu hal yang membuat mereka ingin selalu dekat dengan Anda atau mereka merasa tertarik dengan sikap Anda atau bahkan mereka merasa nyaman dengan perilaku Anda, maka perhatikan apa yang telah Anda lakukan! Misalnya saja, Anda mampu memberikan solusi dalam kegiatan menajemen perusahaan, sehingga rekan Anda merasa membutuhkan atau tertarik pada Anda, maka disanalah potensi dan bakat Anda bisa dimaksimalkan. Bila Anda mampu membuat orang lain tertarik dengan hasil karya Anda, maka perdalam ia. Bisa jadi disanalah bakat Anda akan muncul. Dan masih banyak lagi kebiasaan kita yang bisa membuat orang tertarik atau ingin merasa dekat dengan kita. Jika Anda termasuk dalam kategori seperti orang dimaksud, maka tetaplah pada kebiasaan Anda dan maksimalkan kebiasaan yang membuat orang lain tertarik pada Anda.

Empat kunci utama untuk mengenali potensi dan bakat yang terpendam dalam diri Anda tersebut, akan menjadi suatu keberhasilan dan Anda akan menemukan bakat Anda yang sesungguhnya, apabila Anda benar-benar bekerja keras untuk memaksimalkan bakat tersebut. Bakat yang tidak diasah, akan menjadikannya sebuah potensi yang tidak akan membawa banyak manfaat kepada Anda. Namun jika Anda mampu menggali, mengasah dan menekuni potensi dan bakat Anda, maka ia akan menjadi perantara menuju keberhasilan Anda.

Cara mengatasi permasalahan lingkungan dunia,adalah dengan memandang dunia sebagai sebuah sistem yang kemudian anggota sistem bekerjasama untuk memperbaiki komponen sistem yang rusak satu persatu.

Saya tidak akan berbicara tentang permasalahan lingkungannya,namun saya hanya ingin menekankan tentang mengkondisikan permasalahan menjadi sebuah sistem adalah cara pandang yang mudah dalam mengatasi permasalahan,yang kemudian akan erat kaitannya dengan mengenali potensi yang akan saya tulis.

Di balik sosok kehidupan manusia yang penuh misteri,ternyata masing-masing manusia terlahir di dunia ini dibekali oleh Allah dengan potensi atau bakat yang akan digandrungi oleh hatinya.Semakin mampu menggali potensi dirinya maka manusia dapat menjadi lebih bernilai. Alam ini diciptakan dengan suatu sistem yang menakjubkan,Ibadah-ibadahpun ditegakkan di atas sistem,dan Islampun berdiri pada sebuah sistem,Islampun berjaya karena adanya sistem dan pembagaian tugas.Cobalah kita runut perjalanan sejarah Rasulullah,seorang pemimpin,panglima tertinggi,manusia sempurna yang sangat piawai dan paham dengan potensi-potensi yang dimiliki para sahabatnya.Sehingga Rasulullah tepat membagi tugas kepada sahabat-sahabatnya sesuai dengan potensi yang mereka miliki,yang pada akhirnya misi ajaran Islam berhasil tertancap diberbagai penjuru dunia.

Misalnya saja,Abu Bakar dan Umar bin Khaththab berperan sebagai lembaga permusyawaratan dan ahli yang berpengalaman. Khalid bin Walid berperan sebagai ahli strategi perang untuk menghantam musuh, Ibnu Abbas,Zaid usamah,Abu hurairah,dan Aisyah berperan sebagai lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang mencetak para ulama yang cerdas dan cendikiawan, Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin `Auf merupakan anggaran belanja keliling untuk menutupi kekurangan dan mengentaskan kemiskinan.

Sistem dan pembagian tugas yang tepat inilah yang akhirnya membawa islam menyeberangi lautan dan belahan dunia guna menancapkan panji-panjinya yang mulia. Banyak sekali pelajaran yang harusnya bisa kita petik dari perjalanan Rasulullah,tidak heran kalau agama islam selalu menganjurkan untuk berpegang teguh dengan Al qur`an dan sunnah Rasul karena memang di dalam keduanya sudah lengkap..sempurna,tidak perlu ditambah-tambah dan tidak perlu dikurangi,begitu juga dengan pelajaran pentingnya mengenali potensi diri yang telah Rasulullah ajarkan. Tidak mampunya kita mengenali potensi dan bakat yang ada,akan membuat diri kita lemah,sebaliknya dengan mengenali dan dapat mengembangkan potensi yang kita miliki maka diri kitapun akan semakin kuat dan bernilai.

 

http://mediaonlinenews.com/pengembangan-diri/cara-menggali-potensi-dan-memaksimalkan-bakat#sthash.8Wjb0TUY.dpuf

http://mediaonlinenews.com/pengembangan-diri/cara-menggali-potensi-dan-memaksimalkan-bakat

http://www.oktobo.com/kekuatan/sign-cara-mengetahui-potensi-diri/

http://sarwana09.blogspot.co.id/2013/01/menggali-pontensi-diri.html

https://akiragats.wordpress.com/2008/05/07/pentingnya-mengenali-potensi-diri/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *